SELAMAT DATANG........Sahabat Pembudidaya

.

FISHERIES FOR PEOPLE WELFARE, Dengan Ikan kita sehat, cerdas dan Sejahtera

Perikanan adalah sumberdaya yang terbarukan dan tak ternilai di bumi ini, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan manusia.

Indonesia budidaya Lawi Lawi (Caulerpa sp) , Global Ikhwan Malayasia mulai melirik

Sabtu, 21 Juli 20121komentar


TAKALAR. Budidaya lawi lawi di Indonesia memang baru berhasil dikembangkan 6 bulan terakhir di Kawasan Desa Laikang Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Hingga semester ke dua tahun 2012 sudah lebih dari 20 petambak yang terlibat dikegiatan budidaya lawi-lawi ini. Pada  tahun pertama (2011) merupakan tahapan uji coba dengan 2 orang pembudidaya yang berpartisipasi. Pada lahan 2 Ha dengan 160 kg bibit lawi lawi berhasil memproduksi 1600 kg lawi lawi dalam 3 bulan pemeliharaan. Padahal pada awalnya rumput laut ini hanyalah tambahan dari kegiatan budidaya rajungan yang di tebar bersamaan yang berfungsi sebagai selter hidup dari tingginya sifat kanibalisme rajungan.

Akan tetapi karena pasar dan permintaan rumput lawi-lawi juga ada yakni dijual kepasar sebagai sayuran segar khas masyarakat pesisir membuat jenis rumput laut ini potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas budidaya yang menguntungkan. Pada uji coba berikutnya juga menunjukkan hasil yang luar biasa. Seperti yang terjadi pada 6 bulan terkhir dengan 7 pembudidaya lawi-lawi yang terlibat menghasilkan keuntungan bersih Rp 70 juta, belum lagi efek dari jaringan pemasaran yang terkait. Budidaya lawi-lawi ini juga sangat sederhana, cepat, tidak perlu kontrol ketat dan tidak butuh modal besar seperti menanam sayuran di darat, serta tidak butuh persyaratan lokasi seperti budidaya ikan atau udang. Bagaimana tidak dengan 1 kali mengeluarkan modal bisa terus menerus memperoleh hasil sepanjang tahun dan bahkan produksinya terus meningkat tiap bulannya. Selain itu keunggulan lainnya lawi-lawi bisa dipanen tiap hari atau kapanpun pembudidaya membutuhkan uang. Penjualannya pun juga sangat mudah karena pembeli datang langsung ke tambak. Dari pengalaman para pembudidaya saat ini mereka sudah memperoleh pendapatan bulanan antara Rp 5 -12 juta/bulan.

Produktivitas lahan pun meningkat bila dibandingkan dengan budidaya bandeng dan udang yang butuh waktu lama, dan modal besar. Dari hasil yang diperoleh hingga Juni 2012 lahan tambak di Laikang mampu menghasilkan 20.4 ton/ha/th rumput nyaut lawi lawi. Melihat angka ini produktivitasnya sangat tinggi bila dihitung nilainya mencapai Rp 76.5 juta/ha/th. Sehinga tidak heran komoditas ini sekarang  mendapat perhatian yang luar biasa dari berbagai pihak, terutama petambak, pengusaha bahkan para pewarta dan pemerintah. Bahkan pengusaha dari negeri jiran Malayasia pun terpikat dengan hasil yang luar biasa ini. Mereka telah mengunjungi langsung lokasi tambak di laikang, sekaligus konsultasi teknis budidaya.  Mereka langsung mengatakan sangat tertarik dengan komoditas lawi-lawi dan berminat untuk mengembangkannya. [pn/7/2012]
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

7 Desember 2012 pukul 13.50

thanks ilmunya..

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PUTRA NANA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger