SELAMAT DATANG........Sahabat Pembudidaya

.

FISHERIES FOR PEOPLE WELFARE, Dengan Ikan kita sehat, cerdas dan Sejahtera

Perikanan adalah sumberdaya yang terbarukan dan tak ternilai di bumi ini, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan manusia.

BBAP Takalar Berhasil Kembangkan Jenis Rumput Laut Lawi Lawi (Caulerpa sp) Sebagai Komoditas Primadona Baru Masyarakat Pesisir

Minggu, 01 Juli 20120 komentar


Ka BBAP Takalar menunjukkan
Lawi lawi (Cauerpa sp )
yang dikultur di Bak
Takalar 2 Juli 2012
TAKALAR. BBAP Takalar sebagai salah satu Balai Budidaya yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya untuk mengembangkan komoditas komoditas unggulan baru yang bisa meningkatan perekonomian masyarakat pesisir.  Komoditas yang saat ini sudah berhasil dikembangkan adalah rumput laut Caulerpa sp, atau dikenal dengan nama Lawi lawi (Sulawesi Selatan) atau  Latoh (Jawa) yang dibudidayakan di Tambak dan Laut.
Saat ini BBAP Takalar bekerjasama dengan ACIAR mendesiminasikan Jenis rumput laut yang bisa dikonsumsi ini di Desa Laikang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan.  Pada awalanya uji coba dilakukan pada satu petak Tambak Di Dusun Turikale Laikang bersama dengan komoditas rajungan.  Hasil Uji coba pertama  tersebut dalam waktu 3 bulan masa pemeliharaan menghasilkan pertumbuhan biomas 10-13 kali lipat dari jumlah saat tebar pertama kali. Dengan kata lain dalam 1 bulan pemeliharaan di tambak pertumbuhannya bisa mencapai 3-5 kali lipat.  
Teknik budidaya yang mudah, cepat dan menguntunkan dibanding budidaya rumput jenis Cotonii bukan tidak mungkin jenis ini akan menjadi primadona masyarakat pesisir mengikuti jenis Cotonii. Budidaya lawi-lawi sangat mudah, cepat dan menguntungkan.  Bagaimana tidak, dengan modal bibit Rp 600.000 (160 kg), para pembudidaya dalam waktu 2 bulan bisa menghasilkan 1600 kg atau Rp 6.400.000 dan bulan ke 3, bisa menghasilkan produksi lebih dari 1600 kg. Keuntungan lainnya dari budidaya ini adalah dijual dalam keadaan basah berbeda dengan jenis Glacilaria ataupun Kappapicus sp (Cotonii) yang umumnya dijual kering. 
Keberhasilan uji coba budidaya ini kemudian diterapkan dalam pola desiminasi di Kawasan Teluk Laikang. Para pembudidaya Lawi lawi di Laikang saat ini telah tergabung dalam kelompok Pembudidaya Lawi-lawi dengan nama “Bahagia Bersama”, sebagai ungkapan harapan kebahagiaan dari para pembudidaya di Desa Laikang. Salah satu pionir dalam budidaya lawi-lawi ini Bpk Parigi Dg Bela mengatakan bahwa, “ Gara-gara lawi-lawi ini saya sudah bisa beli motor dan sedang membangun rumah baru”.  Bagaimana tidak, hasil yang diperoleh Parigi Dg Bela terus meningkat dari bulan ke bulan, pada bulan ke-6 sejak penebaran pertama mampu menghasilkan 3400 kg/bulan (Rp 12.750.000/bulan).
Jenis lawi-lawi yang tumbuh dan bisa dikembangkan ada 3 yakni Jenis Bulaeng, Bune dan Lipan semuanya merupakan Genus Caulerpa.  Koordinator Lapangan BBAP Takalar yang menangani budidaya Lawi-lawi ini Bpk Nana S S Udi Putra menjelaskan bahwa ada 3 Jenis  Lawi-lawi  tumbuh dengan baik di Teluk Laikang, namun jenis yang dominan tumbuh adalah jenis Bulaeng (Caulerpa lentillifera), sedangkan jenis lainnya Bune (C. Racemosa) dan C. Lipan (C. sertulariodes) tumbuh sedikit dan memang pengalaman di Filipina dan Vietnam yang banyak dimanfaatkan adalah jenis C. lentillifera (Bulaeng).
Pembudidaya sedang memanen Lawi-
Lawi (Caulerpa sp) di Tambak
Produksi lawi-lawi ini seluruhnya masih diserap oleh pasar lokal. Untuk mengantisipasi melimpahnya produksi yang tidak bisa diserap akibat banyaknya pembudidaya, pihak BBAP Takalar sebagaimana yang di sampaikan oleh Bpk Sugeng Raharjo, A.Pi. , BBAP Takalar mencoba membantu untuk mencari atau membuka akses dan peluang  pasar ke daerah lain atau bahkan ekspor untuk mengatasi kemungkinan melimpahnya produksi lawi-lawi di Laikang dan sekitarnya, karena dalam enam bulan pertama dengan 7 pembudidaya yang terlibat sudah menghasilkan produksi lawi lawi sebanyak 7,5 ton per bulan. Langkah BBAP Takalar didukung oleh ACIAR dengan melakukan penelitian terhadap bahan-bahan yang terkandungan di dalamnya. [pn 2012]
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PUTRA NANA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger